22 Mei 2026
Gue tanya 24 situs tech Indonesia: siapa lo buat AI?
“Kolabo punya AI Chat Assistant di marketing. Tapi AI yang asli gak bisa nanyain Kolabo apa-apa.”
Hari ini gue iseng. Curl /llms.txt ke 24 situs tech Indonesia. Dari SaaS UMKM, marketplace gede, sampai bank. Mau liat siapa yang udah ngomong sama AI agents.
$ for site in bisnapi mekari kolabo majoo pawoon olsera \\
accurate hashmicro kledo paper jubelio mokapos kloapos \\
moka.id ireappos beecloud zahironline gojek tokopedia \\
shopee bukalapak tiket traveloka bca; do
curl -sI "<https://$site>.../llms.txt"
doneHasilnya... menarik.
Hasil
| Tier | Hitungan | Contoh |
|---|---|---|
| ✅ Curated, deliberate | 1 | bisnapi.id |
| ✅ Honest "belum punya" | 15 | kloapos, mokapos, gojek, tokopedia, BCA, kolabo, dll |
| ⚠️ WordPress plugin auto-dump | 4 | mekari, accurate, kledo, jubelio |
| 💀 Domain mati di GoDaddy | 1 | moka.id |
| 💀 HTML homepage di-serve sebagai .txt | 1 | shopee |
24 situs. 1 jawaban beneran.
Bukan masalah "gak punya"
Penting: gak punya /llms.txt itu OK.
Gojek 307. Tokopedia 301. BCA 301. Kloa POS 404. Itu acceptable. Spec-nya baru, AI search masih early, gak semua orang harus prioritize ini.
Yang gue mau call out bukan gak punya. Yang gue call out adalah punya-tapi-jelek.
Beda banget antara "saya belum sempet" sama "saya pasang plugin terus saya lupain."
Mekari: 2,545 baris yang gak ngomong apa-apa
$ wc -lc <(curl -s <https://mekari.com/llms.txt>)
2545 129371Strukturnya:
## Laman ← list semua landing page (EN + ID)
## Pos ← list semua blog post
## Events ← list semua event page
## News ← list semua news
## Case Studies ← list semua customer story
## Ebook ← list semua PDF
## Monday Mavens ← internal newsletter
[--- repeat dua kali, identik ---]## Pos itu nama section di WordPress admin panel. Mekari gak rename-nya sebelum di-expose ke public. Backend nomenclature mereka leak ke setiap AI agent yang fetch file ini.
Gak ada pricing. Gak ada pitch. Gak ada apa-apa. Cuma 2,545 link blog post, di-pipe dari wp_posts table lewat plugin yang someone install dan dilupain.
Plot twist tambahan
$ curl -sI <https://mekari.com/llms.txt> | grep cache
cache-control: public, max-age=3153600031,536,000 detik = 365 hari. Mekari rebuild file aktif (last-modified 6 jam lalu), tapi ngebilangin AI agent: cache file ini selama satu tahun.
Engineering effort buat rebuild = 100%. Cache directive yang nge-reset effort itu ke 0% = satu baris.
Itu mekari-tier flaw. Ship the feature, ship the automation, lupa engage sama substance.
Kolabo: AI di banner, gak di protocol
Kolabo (kolabo.id) marketing page mereka highlight satu fitur:
AI Chat Assistant — tanya apa aja, dapet jawaban instan!
Cool. Tapi curl <https://kolabo.id/llms.txt> =
HTTP/2 301
location: <https://www.kolabo.id>Mereka mau dijangkau AI buat customer support. Tapi /llms.txt-nya 301 ke homepage — AI yang nyari konteks tentang Kolabo dapat HTML React shell, bukan jawaban.
Lebih dalam: AI Chat Assistant Kolabo sendiri, kalo lo coba pake, output-nya kayak ini:
"Arah pertanyaannya ada, tapi belum cukup presisi. Coba format ini: 'Berikan data absensi hari ini'. Atau: 'Leave request pending minggu ini'. Untuk user spesifik, pakai tanda kutip: 'Attendance user "Aldy Putra" bulan ini'."
Itu bukan AI. Itu regex if/else dengan chat bubble UI. Templated input matching. Kalau user gak ngomong dengan format yang sudah pre-defined, bot bilang "tolong reformat ya." Real LLM = intent inference. Kolabo Chat = command-line tool wearing a hoodie.
Jadi lapisannya dua (sebenernya tiga):
- Marketing layer claim: "kami punya AI"
- Implementation layer: regex template matcher
- Discovery layer (
/llms.txt): 301 redirect to homepage
Kalau mau dijangkau AI, paling minimal punya /llms.txt yang masuk akal. Kalau punya AI sendiri, paling minimal AI-nya... AI.
Kolabo gak punya keduanya, tapi marketing-nya pake kata "AI" empat kali di hero section.
Cerita lengkap soal AI Chat Kolabo — gimana dia gaslight user pas user salah format — gue tulis terpisah di "Saya sudah nyaris dapat.".
Moka: domain expired, GoDaddy yang ngomong
Buka moka.id/llms.txt:
# moka.id
> moka.id is a domain currently listed for sale (Verified Domain)
> on GoDaddy. Phone: +1 480-651-9713
> Copyright © 2025 GoDaddy Operating Company, LLC.Moka POS — di-akuisisi GoTo tahun 2020, brand di-pindah ke mokapos.com (yang return 301 untuk llms.txt, honest). Domain .id-nya expired. Sekarang GoDaddy auto-generate llms.txt buat halaman sale.
AI agents nanya "apa itu moka.id" dapat jawaban: "24/7 dedicated support, +1 480-651-9713 buy now."
Dari brand POS Indonesia yang dulu dikenal jutaan kasir → tombstone digital yang dibikin bot GoDaddy.
(Ini bukan diss ke moka. Ini diss ke betapa cepat brand bisa hilang dari layer search baru kalau gak ada yang nge-jaga.)
Shopee: 151KB HTML di path .txt
$ curl -sI <https://shopee.co.id/llms.txt>
content-type: text/html; charset=utf-8
content-length: 151318Shopee gak punya /llms.txt. Tapi catch-all server mereka melayani HTML homepage 151 KB di setiap path yang gak match. AI agent yang fetch parsing React SPA shell, ngeliat preconnect ke down-id.img.susercontent.com, dan... bingung.
Gak crash. Gak 404. Cuma noise yang AI gak bisa apa-apain. Honestly mungkin lebih buruk dari 404 — paling enggak 404 jelas signal.
Bisnapi: 143 baris, derived dari TypeScript
$ wc -lc <(curl -s <https://bisnapi.id/llms.txt>)
143 5124
$ curl -sI <https://bisnapi.id/llms.txt> | grep cache
cache-control: public, max-age=0, must-revalidateSelalu fresh. Selalu reflect deploy terakhir.
Build script-nya — scripts/build-llms.ts — derived dari pricing-content.ts (single source of truth). Kalau gue update tier price hari ini, AI agents yang fetch llms.txt besok pagi liat angka baru. Bukan angka 364 hari lalu.
Itu bukan jenius. Itu cuma — engaged.
Yang gue mau lo bawa pulang
llms.txt cuma satu instance dari pola yang lebih luas:
Gak punya itu fine. Punya-yang-jelek lebih jelek dari gak punya.
Kloa POS belum punya llms.txt. Mereka small player yang masih ngebangun — POS berfungsi, customer real, fokus di core product. Honest.
Bank BCA belum punya. Mereka prioritize hal lain. Honest.
Mekari punya tapi 2,545 baris WP dump cache 1 tahun. AI dapet noise yang bikin mereka gak akan rekomendasiin Mekari — secara mathematical lebih jelek dari kalo Mekari diem.
Kolabo claim AI di marketing tapi 301 di protocol layer + regex if/else di product layer. Tiga lapisan yang masing-masing nge-undermine yang lain.
Engineering plugin yang ngehasilin output buruk = negative ROI.
Mending uninstall, balik ke 404, jujur-jujuran.
Yang gue jaga di Bisnapi
- Kalau gue gak bisa do it well, gue gak ship it.
- Kalau gue ship it, gue review tiap deploy.
- Kalau gue gak bisa review tiap deploy, gue automate dengan engagement (build script derived dari source of truth, bukan plugin yang lo install dan lupain).
Bukan "ship everything." Bukan "ship nothing." Tapi: engage atau jangan.
Kalau lo lagi nge-build sesuatu — produk, dokumentasi, infra — please tanya:
"Apakah gue bakal review hasilnya minimal sekali?"
Kalau jawabannya "ya," ship it. Engage with it. Iterate.
Kalau jawabannya "nggak, gue trust plugin/template-nya," uninstall dulu.
Lebih jujur dari fake effort.
Gak punya /llms.txt lebih baik daripada punya yang nge-leak nama section WordPress backend lo, atau yang lebih tua daripada smartphone lo.